Login Disini
Yang Lagi Online
Sebanyak 114 Tamu onlineMesin Pelacak
Temporary holder for the Flash® object
Tulisan Terbaru
Artikel
| Artikel Islami |
| Berita Pilihan |
Kisah Islam
| Kisah Nyata |
| Kisah Para Nabi |
| Kisah Peperangan |
| Kisah Teladan |
Sindikasi
| Kehidupan Rasulullah Sebelum Diutus |
| Written by Redaksi2 |
| Friday, 18 July 2008 14:51 |
|
Ayah beliau adalah Abdullah bin Abdil Muthallib bin Hasyim bin Abdi Manaf. Ia meninggal sebelum Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Salam dilahirkan. Oleh karena itu beliau dilahirkan dalam keadaan yatim. Ibu beliau adalah Aminah bintu Wahb bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah. Setelah ibunya melahirkan, ia mengirim beliau kepada kakeknya. Ibunya memberikan kabar gembira kepada sang kakek dengan kelahiran cucunya. Maka kakeknya datang dengan menggendong-nya. Sang kakek memasuki Ka'bah bersama beliau. Kakeknya berdoa bagi beliau dan menamai beliau Muhammad.
Allah 'Azza wa Jalla berfirman: "Dan (aku) memberikan kabar gembira dengan seorang rasul yang datang sesudahku yang bernama Ahmad (Muhammad)." (QS. Ash Shaff: 6). Nasab beliau dari sisi ayah adalah: Muhammad bin Abdillah bin Abdil Muthallib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Lu'ai bin ghalib bin Fihr bin Malik bin AnNadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nazzar bin Ma'ad bin Adnan. Adnan termasuk keturunan Ismail bin Ibrahim 'Alaihimussallam. Nasab ayah Nabi Sholallahu 'Alaihi wa Salam bertemu dengan nasab ibu beliau pada Kilab bin Murrah. Masa Penyusuan Nabi Sholallahu 'Alaihi wa Salam Di masa itu, orang-orang mulia suku Quraisy mempunyai sebuah kebiasaan untuk menyerahkan anak-anak mereka kepada para ibu susuan yang berasal dari desa (pedalaman). Agar di tahun-tahun pertama kehidupannya sang anak hidup di udara pedalaman yang segar, sehingga badannya menjadi kuat karenanya. Oleh karena itu Abdul Muthallib mencari ibu susuan bagi Muhammad Sholallahu 'Alaihi wa Salam. Ketika itu datanglah wanita-wanita dari bani Sa'ad di Makkah. Mereka mencari anak-anak untuk disusui. Di antara mereka adalah Halimah As Sa'diyyah. Semua wanita itu telah mengambil anak untuk disusui kecuali Halimah. Ia tidak menemukan selain Muhammad. Pada mulanya ia enggan mengambil beliau dikarenakan beliau adalah anak yatim tanpa ayah. Namun ia tidak suka kembali tanpa membawa anak susuan. Akhirnya Halimah mengambil beliau karena tidak ada bayi selain beliau untuk disusui. Halimah mendapatkan banyak dari barakah Nabi Sholallahu 'Alaihi wa Salam selama menyusui beliau. Nabi Sholallahu 'Alaihi wa Salam menetap di Bani Sa'ad selama dua tahun, selama masa penyusuan. Kemudian Halimah membawanya ke Makkah. Ia membawanya kepada ibu beliau, Halimah meminta, agar beliau bisa tinggal bersamanya lebih lama lagi. Kemudian Rasulullah Sholallahu 'Alaihi wa Salam mencapai usia lima tahun. Di usia itu terjadi peristiwa pembelahan dada beliau. Jibril datang kepada Muhammad Sholallahu 'Alaihi wa Salam. Ketika itu beliau tengah bermain-main bersama anak-anak lain. Jibril mengambil beliau kemudian melemparkannya ke tanah. Ia mengambil jantung beliau. Ia mengeluarkan segumpal darah dari jantung tersebut. Kemudian ia berkata: "Ini adalah bagian syaithan dari dirimu." Lalu ia mencucinya dalam baskom emas dengan air zam-zam. Kemudian Jibril mengembalikan jantung itu seperti semula. Anas Radhiyallahu'anhu, perawi hadits ini mengatakan: "Sungguh aku telah melihat bekas sobekan di dada beliau." Maka kemudian Halimah mengetahui kejadian ini. Ia pun mengkhawatirkan keselamatan beliau. Sehingga ia mengembalikan beliau kepada sang ibu. Meninggalnya Ibu Rasulullah Sholallahu 'Alaihi wa Salam dan Pengasuhan Sang Kakek Rasulullah Sholallahu 'Alaihi wa Salam dikembalikan oleh Halimah. Beliau pun tinggal bersama sang ibu. Ketika beliau mencapai usia enam tahun, Aminah membawanya ke Yatsrib. Mereka menunjungi paman-paman beliau. Mereka adalah saudara Aminah dari Bani An Najjar. Aminah pergi bersama Ummu Aiman, pengasuh Nabi Sholallahu 'Alaihi wa Salam. Di perjalanan pulang dari Yatsrib, ibu beliau meninggal. Ia meninggal di suatu tempat yang disebut Al Abwa'. Al Abwa' berada di antara Makkah dan Madinah. Maka Ummu Aiman kembali ke Makkah bersama beliau. Kemudian beliau diasuh oleh sang kakek Abdul Muthallib. Sumber: Muqarrar al-Mustawa Ats Tsalits fis Siratin Nabawiyyah—Syu'bah Ta'lim al-Lughah al-'Arabiyyah al-Jami'ah al-Islamiyyah, Madinah
Set as favorite
Bookmark
Email This
Hits: 32262 Comments (11)
![]() written by hamba alloh, August 07, 2010 halo kisahislam.com,saya mau ijin mengcopy isi artikel untuk di isi ke blog saya.. boleh ga
report abuse
vote down
vote up
Votes: -1
written by agus komara, July 29, 2010
Subhanalloh...ana cinta rasul.sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjunan alam nabi besar Muhammad SAW.Beliau yang akan memberikan syafaat kepada umatnya,karena didalam hadist diterangkan,surga terlebih dahulu akan dimasuki oleh umat kangjeng nabi SAW,sebelum umat umat sebelumnya.
report abuse
vote down
vote up
Votes: +1
written by samen, July 13, 2010
Allah 'Azza wa Jalla berfirman: "Dan (aku) memberikan kabar gembira dengan seorang rasul yang datang sesudahku yang bernama Ahmad (Muhammad)." (QS. Ash Shaff: 6).
pemenggalan seperti ini bisa menimbulkan salah penafsiran di kalangan pembaca yg tidak membandingkan dengan tek Quran,lebih baik dikutib 1 ayat penuh 6. Dan (Ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, Sesungguhnya Aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan Kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata." (QS. Ash Shaff: 6). seperti ini mungkin lebih jelas report abuse
vote down
vote up
Votes: +1
written by muhammad nur kholis, June 22, 2010
apakah masih kalian ragukan kembali keberADAan Beliau Rasul SAW.??? HAl itu juga pernah dilakukan oleh umat-umat terdahulu... padahal sebelum Beliau di Wujudkan Allah SWT di di alam ini saja Allah sudah menghabarkan dalam kitab-kitab yang lebih dahulu diturunkan.
report abuse
vote down
vote up
Votes: +1
written by maulana rukun supardi, December 08, 2009
alhamdulillah, tak diragukan lagi jika memang islam-lah agama yang di ridhoi Allah SWT. dan muhammad dalah rosul dan nabi yang terkhir. semoga kita selalu diberi kekuatan iman islam.
report abuse
vote down
vote up
Votes: +2
written by Nanang Hasani, November 06, 2009
Salallahu'ala Muhammad,..Salallahu'alaihiwassalam,
Yaarabbi shalli 'alaihiwassalam... report abuse
vote down
vote up
Votes: +1
written by Erni Fajarwatie, November 03, 2009
Sholallohu 'Alaihi wa Salam
report abuse
vote down
vote up
Votes: +1
written by zidni ilma, July 07, 2009
saya mau bertanya...
siapa yg melihat nabi di ambil jantungnya lalu di bersihkan darah syetan dan membersihkannya pake air zam-zam.. di bersihkan oleh malaikat jibril??? apakah ada hadistnya?????
report abuse
vote down
vote up
Votes: +9
written by adrie, May 12, 2009
Saya belum mendapatkan kisah hidup Nabi SAW semasa pemuda hingga diangkat menjadi Rasul.
Adakah yang bisa membantu..??
report abuse
vote down
vote up
Votes: +1
Write comment
You can add your comment here
|
| Last Updated on Wednesday, 30 September 2009 08:48 |
Artikel Terfavorit
| Kehidupan Rasulullah Sebelum Diutus |
| Taubatnya Malik bin Dinar -Rohimahullah- |
| Perjalanan |
Kisah Favorit
| Kisah Pembunuh 99 Orang |
| HADIAH |
| Kejujuran Mubarok |
Siroh Favorit
| Kehidupan Rasulullah Sebelum Diutus |
| 'Aisyah Binti Abu Bakar -Rodhiallahu 'anha- |
| Mengenal Imam al-Bukhari |
Muhammad Sholallahu 'Alaihi wa Salam dilahirkan di Makkah Al Mukarramah pada hari Senin tanggal 12 Rabi'ul Awwal tahun 571 M. Tahun tersebut adalah tahun ketika Abrahah Al Habsyi berusaha menghancurkan Ka'bah. Maka Allah menghancurkan Abrahah (dan tentaranya). Hal tersebut disebutkan di dalam surat Al Fiil.
halo kisahislam.com,saya mau ijin mengcopy isi artikel untuk di isi ke blog saya.. boleh ga



