Login Disini
Yang Lagi Online
Sebanyak 57 Tamu onlineMesin Pelacak
Temporary holder for the Flash® object
Tulisan Terbaru
Artikel
| Artikel Islami |
| Berita Pilihan |
Kisah Islam
| Kisah Nyata |
| Kisah Para Nabi |
| Kisah Peperangan |
| Kisah Teladan |
Sindikasi
| Kejujuran Mubarok |
| Written by Redaksi2 |
| Saturday, 19 July 2008 09:27 |
D ikisahkan dari Mubarok -ayahanda dari Abdulloh Ibnu al-Mubarok- bahwasanya ia pernah bekerja di sebuah kebun milik seorang majikan. Ia tinggal di sana beberapa lama. Kemudian suatu ketika majikannya -yaitu pemilik kebun tadi yang juga salah seorang saudagar dari Hamdzan- datang kepadanya clan mengatakan, "Hai Mubarok, aku ingin satu buah delima yang manis."Mubarok pun bergegas menuju salah satu pohon dan mengambilkan delima darinya. Majikan tadi lantas memecahnya, ternyata ia mendapati rasanya masih asam. Ia pun marah kepada Mubarok sambil mengatakan, "Aku minta yang manis malah kau beri yang masih asam! Cepat ambilkan yang manis!" Ia pun beranjak dan memetiknya dari pohon yang lain. Setelah dipecah oleh sang majikan; sama, ia mendapati rasanya masih asam. Kontan, majikannya semakin naik pitam. Ia melakukan hal yang sama untuk ketiga kalinya, majikannya mencicipinya lagi. Ternyata, masih juga yang asam rasanya. Setelah itu, majikannya bertanya, "Kamu ini apa tidak tahu; mana yang manis mana yang asam?" Mubarok menjawab. "Tidak." "Bagaimana bisa seperti itu?"
"Kenapa engkau tidak mau memakannya?" tanya majikannya lagi. "Karena anda belum mengijinkan aku untuk makan dari kebun ini." Jawab Mubarok. Pemilik kebun tadi menjadi terheran-heran dengan jawabannya itu .. Tatkala ia tahu akan kejujuran budaknya ini, Mubarok menjadi besar dalam pandangan matanya, dan bertambah pula nilai orang ini di sisi dia. Kebetulan majikan tadi mempunyai seorang anak perempuan yang banyak dilamar oleh orang. Ia mengatakan, “Wahai Mubarok, menurutmu siapa yang pantas memperistri putriku ini?"
Sang majikan kembali dibuat takjub dengan pemikirannya ini. Akhirnya majikan tadi pergi dan memberitahu isterinya, katanya, "Menurutku, tidak ada yang lebih pantas untuk putri kita ini selain Mubarok." Mubarok pun kemudian menikahinya dan mertuanya memberinya harta yang cukup melimpah. Di kemudian hari, isteri Mubarok ini melahirkan Abdullah bin al-Mubarok; seorang alim, pakar hadits, zuhud sekaligus mujahid. Yang merupakan hasil pernikahan terbaik dari pasangan orang tua kala itu. Sampai-sampai Al-Fudhoil bin 'Iyadh Rohimahullah mengatakan -seraya bersumpah dalam perkataannya-, "Demi pemilik Ka'bah, kedua mataku belum pernah melihat orang yang semisal dengan Ibnu al-Mubarok. Hari ini, kecurangan dan penipuan sudah semakin banyak terjadi dalam kehidupan sebagian orang. Sangat jarang kita temukan orang jujur lagi dipercaya dalam menunaikan amanah serta yang jauh dari sifat curang dan penipu. Kalau akibat dari sebuah, perbuatan maksiat itu sudah maklum dan pasti di akhirat kelak, maka tempat kembalinya ketika di dunia lebih dekat lagi.
Set as favorite
Bookmark
Email This
Hits: 11654 Comments (5)
![]() written by yudi, July 28, 2010
kejujuran pintu menuju sukses..amin..?
report abuse
vote down
vote up
Votes: +0
written by denny, July 04, 2010
perbedaan antara kisah imam safi'i ini jauh ayah imam safi'i bukan budak tapi pengembara yang memakan buah yang hanyut dari sungai karena ragu kehalalannya dia mencari si pemilik kebun buah yang hanyut di sungai di situ kisah mereka di mulai tentunya kalian pernah mendengarnya.
report abuse
vote down
vote up
Votes: +2
written by Arul, April 08, 2010
I once heard a similar story, but not the story of parents' Abdullah ibn al-Mubarok but the stories from parents of Imam Shafi'i. Please give an explanation. Thank you.
report abuse
vote down
vote up
Votes: +1
written by Ahmad Safi'i, February 13, 2009
sepertinya mirip sekali dengan kisah Imama saf'i
report abuse
vote down
vote up
Votes: +1
Write comment
|
| Last Updated on Thursday, 24 July 2008 02:58 |
Artikel Terfavorit
| Kehidupan Rasulullah Sebelum Diutus |
| Taubatnya Malik bin Dinar -Rohimahullah- |
| Perjalanan |
Kisah Favorit
| Setelah Sekian Lama Mencari Agama yang Benar, Seorang Pemuda Australia Putuskan Memeluk Islam |
| Puncak Kemuliaan dan Kedermawanan |
| Menemukan Kedamaian Islam di Balik Jilbab |
Siroh Favorit
| Kehidupan Rasulullah Sebelum Diutus |
| 'Aisyah Binti Abu Bakar -Rodhiallahu 'anha- |
| Mengenal Imam al-Bukhari |




