|
Written by Redaksi2
|
|
Monday, 21 July 2008 09:30 |
 Di tengah perjalanan, tepatnya di lembah al-Wabirah, seorang laki-laki musyrik datang menjumpai beliau. Ia terkenal sebagai seorang pemberani dan kuat. Ia meminta kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam agar diperbolehkan bergabung dengan pasukan muslimin untuk berperang. Akan tetapi, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam menjawab, "Pulanglah! Aku tidak akan pernah meminta pertolongan kepada seorang musyrik." Pada saat beliau berada di dekat pohon. Laki-laki ini mengungkapkan keinginannya untuk kedua kali. Pada saat beliau tengah berada di padang pasir, laki-laki ini kembali mendatanginya dan mengungkapkan keinginannya untuk yang ketiga kali. Akan tetapi, beliau tetap menjawab dengan jawaban yang sama. Akhirnya, laki-laki tersebut masuk Islam dan beliau pun baru mengizinkannya ikut bergabung. Ketika hampir sampai di Shafra, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam mengutus Basbas al-Juhni dan Adi ibn Abi Zaghaba al-Juhni ke Badar untuk mengecek dan mencari informasi tentang Abu Sufyan dan kafilahnya.
|
|
Last Updated on Thursday, 24 July 2008 01:12 |
|
|
Ummu Fadhl -Rodhiallahu 'anha- |
|
Written by Redaksi2
|
|
Tuesday, 05 August 2008 22:20 |
 Beliau adalah Lubabah binti al-Haris bin Huzn bin Bajir bin Hilaliyah. Beliau adalah Lubabah al-Kubra, dikenal dengan kuniyahnya yakni Ummu Fadhl. Ummu Fadhl adalah salah satu dari empat wanita yang dinyatakan keimanannya oleh Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasallam. Keempat wanita tersebut adalah Maimunah, Ummu Fadhl, Asma' dan Salma. Adapun Maimunah adalah Ummul Mukminin Rodhiallahu 'anha saudara kandung dari Ummu Fadhl. Sedangkan Asma' dan Salma adalah kedua saudari dari jalan ayahnya sebab keduanya adalah putri dari 'Umais. Ummu Fadhl Rodhiallahu 'anha adalah istri dari Abbas, paman Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasallam, dan ibu dari enam orang yang mulia, pandai dan belum ada seorang wanita pun yang melahirkan laki-laki semisal mereka. Mereka adalah Fadhl, Abdullah al-Faqih, Ubaidullah al-Faqih, Ma'bad, Qatsam dan Abdurrahman. Tentang Ummu Fadhl ini Abdullah bin Yazid berkata, Tiada seorangpun yang melahirkan orang-orang yang terkemuka yang aku lihat sebagaimana enam putra Ummu Fadh Putra dari dua orang tua yang mulia Pamannya Nabiyul Musthafa yang mulia Penutup para Rasul dan sebaik-baik rasulUmmu Fadhl Rodhiallahu 'anha masuk Islam sebelum hijrah, beliau adalah wanita pertama yang masuk Islam setelah Khadijah (Ummul Mukminin Rodhiallahu 'anha) sebagaimana yang dituturkan oleh putra beliau Abdullah bin Abbas Rodhiallahu 'anhu, "Aku dan Ibuku adalah termasuk orang-orang yang tertindas dari wanita dan anak-anak. " |
|
Last Updated on Saturday, 09 August 2008 00:15 |
|
Pengasuhan Abu Thalib & Perjalanan ke Syam |
|
Written by Redaksi2
|
|
Wednesday, 29 October 2008 11:10 |
|
Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Salam tinggal dalam pengasuhan kakek beliau Abdul Muthallib sampai usia delapan tahun. Kemudian kakek beliau wafat. Sebelum wafatnya ia memberi wasiat kepada paman beliau Abu Thalib agar mengasuh beliau Shalallahu 'Alaihi wa Salam. Karena sang kakek mengetahui rasa sayang Abu Thalib kepada Muhammad Shalallahu 'Alaihi wa Salam.
Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Salam membantu paman beliau di dalam pekerjaannya. Abu Thalib mempunyai pekerjaan berdagang. Beliau menemaninya dalam perjalanan ke negeri Syam. Ketika itu beliau berusia dua belas tahun. Mereka tiba di sebuah tempat yang bernama Bushra, antara Syam dan Hijaz. Keduanya bertemu dengan seorang rahib. Nama rahib itu Buhaira.
|
|
Last Updated on Wednesday, 29 October 2008 11:42 |
|
|
Khalifah Umar ibnul Khaththab |
|
Written by Redaksi2
|
|
Sunday, 26 October 2008 09:11 |
|
Ia adalah Amirul Mu'minin Umar ibnul Khaththab. Dijuluki oleh Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam dengan al-Faruq karena ia membedakan antara yang hak dan yang batil. Ia dibaiat menjadi khalifah pada hari kematian Abu Bakar ash-Shidiq. Selama masa khalifahnya, ia melakukan tugasnya dengan baik seperti halnya sirah, jihad, dan kesabaran Abu Bakar Radhiyallahu 'anhu. Dengan Umar ibnul Khaththab Allah memuliakan Islam.
Hal pertama yang dilakukannya setelah menjabat sebagai khalifah ialah mencopot Khalid bin Walid dari jabatan sebagai komandan pasukan dan menggantinya dengan Abu Ubaidah.
Ia ikut menyaksikan penaklukan Baitul Maqdis dan tinggal di sana selama sepuluh hari. Ia kemudian kembali ke Madinah dengan membawa serta Khalid bin Walid. Tatkala Khalid bin Walid menanyakan perlakuan Umar terhadap dirinya, Umar Radhiyallahu 'anhu menjawab, "Demi Allah! Wahai Khalid, sesungguhnya engkau sangat kumuliakan dan sangat kucintai."
|
|
Last Updated on Sunday, 26 October 2008 11:17 |
|
Written by Redaksi2
|
|
Friday, 07 November 2008 11:24 |
|
Khalid Al-Miski adalah seorang pemuda yang tampan, rajin beribadah, wara', ikhlas, rajin bekerja, dan amanah. Dia seorang pedagang keliling kampung yang membawa barang dagangannya di atas kepala.
Salah seorang wanita cantik tertarik pada Khalid Al-Miski yang tampan. Suatu hari, wanita ini memanggil Khalid dengan maksud akan membeli barang dagangannya. Ia telah merancang tipu-dayanya, lalu Khalid diminta agar masuk ke dalam rumahnya dengan alasan ia akan membeli dagangannya. Ternyata ia segera mengunci pintu-pintu rumahnya, kemudian berkata, "Kamu akan celaka, jika tidak mau melayani aku! Sebab aku akan mempermalukanmu di depan umum sehingga mereka menuduhmu ingin memperkosaku."
Khalid berusaha mengalihkan pembicaraan, tetapi tanpa membuahkan hasil. Lalu Khalid memperingatkannya dengan janji dan ancaman Allah. Akan tetapi, setan telah menguasai wanita cantik tersebut dan membutakan mata hatinya.
|
|
Last Updated on Friday, 07 November 2008 11:35 |
|
|
|
|
<< Start <Prev | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | Next> End>>
|
|
Page 1 of 12 |