Login Disini
Yang Lagi Online
Sebanyak 50 Tamu onlineMesin Pelacak
Temporary holder for the Flash® object
Tulisan Terbaru
Artikel
| Artikel Islami |
| Berita Pilihan |
Kisah Islam
| Kisah Nyata |
| Kisah Para Nabi |
| Kisah Peperangan |
| Kisah Teladan |
Sindikasi
| Maulid Nabi |
| Written by Redaksi2 |
| Saturday, 07 March 2009 15:12 |
Jika kita menyusuri dalam kitab tarikh (sejarah), perayaan Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak kita temukan pada masa sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in, dan juga empat imam madzhab, padahal mereka adalah orang-orang yang paling mencintai dan mengagungkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.Perlu diketahui pula bahwa –menurut pakar sejarah-, yang pertama kali mempelopori acara Maulid Nabi adalah Dinasti ‘Ubaidiyyun atau disebut juga Fatimiyyun (silsilah keturunan yang disandarkan pada Fatimah). Asy-Syaikh Bakhit Al-Muti’iy, mufti negeri Mesir dalam kitabnya Ahsanul Kalam menyatakan bahwa yang pertama kali mengadakan enam perayaan maulid yaitu: perayaan Maulid (hari kelahiran) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Maulid Ali, Maulid Fatimah, Maulid Al-Hasan, Maulid Al-Husain radhiyallahu ‘anhum, dan Maulid Khalifah yang berkuasa saat itu, yaitu Al-Mu’izh Lidinillah (keturunan ‘Ubaidillah dari Dinasti Fatimiyyun) pada tahun 362 H. Fatimiyyun yang Sebenarnya. Ahmad bin Abdul Halim Al-Haroni Ad-Dimasyqi mengatakan “Perlu diketahui, para ulama telah sepakat bahwa Daulah Bani Umayyah, Bani Al-Abbas lebih dekat pada ajaran Allah dan Rasul-Nya, lebih berilmu, lebih unggul dalam keimanan daripada Daulah Fatimiyyun. Dua daulah tadi lebih sedikit berbuat bid’ah dan maksiat daripada Daulah Fatimiyyun…Daulah Fatimiyyun adalah di antara manusia yang paling fasik (banyak melakukan kemaksiatan) dan paling kufur.” (Majmu’ Fatawa, 35/127). Seorang pakar sejarah yang bernama Al-Maqrizy juga menjelaskan bahwa begitu banyak perayaan yang dilakukan oleh Fatimiyyun dalams setahun. Beliau menyebutkan kurang lebih ada 25 perayaan. Bahkan lebih parah lagi, mereka juga merayakan perayaan hari raya orang-orang Majusi dan Nashrani, yaitu hari Nauruz (tahun baru Persia), hari Al-Ghottos, hari Milad (hari Natal). Ini pertanda bahwa mereka jauh dari Islam. Al-Qadhi Abu Bakar Al-Baqillani dalam kitabnya yang menyingkap tirai Bani ‘Ubaidiyyun, beliau menyebutkan bahwa Bani Fatimiyyun adalah keturunan Majusi. Cara beragama mereka lebih parah daripada Yahudi dan Nashrani. Bahkan yang paling ekstrim di antara mereka mengklaim Ali sebagai ‘Ilah (tuhan). Sungguh Bani Fatimiyyun ini lebih kufur daripada Yahudi dan Nashrani (Lihat Al Bida’ Al Hauliyah) Inilah sejarah sejarah kelam dari Maulid Nabi. Dari penjelasan di atas, dapat kita tarik kesimpulan bahwa merayakan Maulid Nabi berarti telah mengikuti Daulah Fatimiyyun yang pertama kali memunculkan perayaan maulid. Dan ini berarti telah mengikuti tradisi orang-orang yang jauh dari Islam, dan telah menyerupai orang-orang yang fasik. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Daud). Sikap Ahlu Sunnah Dalam Menyikapi Perayaan Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam Muhammad bin ‘Abdus Salam Khodr Asy-Syuqairy mengatakan, “Bulan Rabiul Awal ini tidaklah dikhususkan dengan shalat, dzikir, ibadah, nafkah, atau sedekah tertentu. Bulan ini bukanlah bulan yang didalamnya terdapat hari besar Islam seperti berkumpul-kumpul dan adanya ‘Ied sebagaimana digariskan oleh syari’at…Bulan ini memang hari kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan sekaligus pula bulan ini adalah waktu wafatnya beliau. Bagaimana seseorang bersenang-senang dengan hari kelahiran sekaligus juga dengan hari kematiannya? Jika hari kelahiran beliau dijadikan perayaan, maka itu termasuk perayaan yang bid’ah munkar. Tidak ada dalam syari’at maupun dalam akal yang membenarkan hal ini. Jika dalam maulid terdapat kebaikan, lalu mengapa perayaan ini tidak dilaksanakan oleh Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, dan sahabat lainnya? Tidak diragukan lagi bahwa perayaan yang diada-adakan ini adalah kelakuan orang-orang sufi, orang-orang yang serakah pada makanan, orang-orang yang gemar menyia-nyiakan waktu dengan permainan, dan pengagung bid’ah. Lantas, faedah apa yang bisa diperoleh? Pahala apa yang bisa diraih dari penghamburan harta yang memberatkan? (As-Sunan wal Mubtada’at Al Muta’alliqah bil Adzkari wa Sholawat) (belajarislam.com/mrg)
Comments (24)
![]() written by Achmad Sjaiful BAchri, February 24, 2010
Sungguh telah ada dalam diri Rasulullah Saw suri tauladan yang baik bagi kalian.
Kapan lagi mo mempelajari n mengikuti nabi Muhammad Saw?! dalam maulid banyak dijelasin semua tentang nabi Muhammad Saw, jadi kenapa mesti bilang bid'ah?! report abuse
vote down
vote up
Votes: +2
written by aan, October 10, 2009
merayakan maulid Nabi, bukan berarti orang-orang yang serakah pada makanan, orang-orang yang gemar menyia-nyiakan waktu dengan permainan, dan pengagung bid’ah.
akan tetapi merayakan maulid itu dimaksudkan karena kecintaan kita terhdap Rosulullah SAW, di dalam maulid tersebut terdapat pembacaan shoilawat yang sangat menyejukan hati seolah-olah Rosulullah berada di dekat kita. dengan begitu saya yakin insya allah Rosulullah akan sangat cinta kepada kita, dan niscaya kelak di hari akhir nanti Beliau akan memberikan syafaatnya kepada kita. anda tidak boleh menyalahkan orang lain, karena itu artinya sama dengan anda merasa benar. bukankah hanya Allah yang Maha Benar? segala sesuatu tergant ung niatnya. wallahua'lam report abuse
vote down
vote up
Votes: +1
written by Dian Hernansyah, September 25, 2009
Kisah Nyata dari Jeddah
Seorang pemuda yang baru saja beberapa bulan ditinggal wafat ayahnya sedang berkumpul dengan teman-temannya, ia memang mempunyai "acara khusus" setiap minggunya dengan teman-temannya untuk berkumpul sambil menonton VCD porno di rumah mendiang ayahnya, demikian acara itu berlanjut setiap minggunya. Malam itu setelah selesai dari perkumpulannya, ia tertidur lelap dan bermimpi, ia sedang menuju makam ayahnya, tiba-tiba ia mencium bau yang sangat busuk dari pusara ayahnya, lalu ia mendengar suara ayahnya sambil mengerang, seakan-akan menahan sakit, "Anakku, sampai kapan kau akan menyiksaku di alam kubur, ketahuilah setiap kali kalian berkumpul dirumahku dan menyaksikan film porno itu aku didatangi dua malaikat penyiksa, yang satu menuangkan cairan busuk yang keluar dari farji para pelacur yang sedang dalam siksaan kubur, dan malaikat yang lain menimpakan bara api disekujur tubuhku, mereka terus berbuat demikian dan tidak berhenti sebelum kalian selesai dari acara keparat itu dirumahku, mereka datang untuk menyiksaku seperti itu setiap minggu bertepatan waktunya dengan berkumpulnya kalian, hentikan perbuatanmu wahai anakku, kembalilah kepada Allah untuk bertobat.." anak itu tersentak dari tidurnya dalam keadaan gundah, ia tak tahu harus berbuat apa, ia terus berfikir dan berfikir, maka cahaya Hidayah pun menerangi kalbunya, ia bertobat kepada Allah swt dan mulai menjalani Cahaya petunjuk, ia berniat pada malam yang biasanya ia mengadakan acara tercela itu dirumahnya, ia akan mengadakan acara maulid Nabi besar Muhammad saw, setiap minggunya, ditempat dan waktu yang sama. Ia menceritakan mimpi dan niatnya pada teman-temannya, merekapun setuju dengan pendapat itu, acarapun berlangsung, para pemuda yang dipenuhi cahaya tobat, maka berkumpullah hati yang dipenuhi penyesalan dan merasa sangat bersalah terhadap Maha Raja Langit dan Bumi, maka rumah itu kini terlihat dari langit bagaikan bintang gemerlapan, sebagaimana penduduk bumi memandang bintang gemerlapan dilangit, rumah yang beberapa hari yang lalu dipenuhi perbuatan yang menggetarkan pintu Kemurkaan Allah, kini di rumah itu berkumpullah hamba-hamba Nya untuk melangsungkan amal yang mengguncang pintu Rahmat Rabbul'alamin. Malam itu sang pemuda kembali bermimpi, seraya menziarahi makam ayahnya, ia mencium bau wangi yang sangat Indah, wangi Misk Kesturi, ia teringat bahwa wangi Misk Kesturi adalah wangi tubuhnya Rasulullah saw (tercantum dlm kitab Syama'il, oleh Imam Tirmidzy), lalu ia mendengar suara ayahnya dengan penuh kelembutan, "Allah melimpahkan rahmat Nya padamu wahai anakku, aku dihentikan dari segala siksa kubur karena tobatmu, dan amal perbuatanmu, aku dihadiahi Mahkota oleh Rasul saw karena rumahku dijadikan tempat menampung para tamu Rasulullah saw". Dari Abu Hurairah ra, Sabda Rasulullah saw "Tiga perbuatan yang masih bersambung setelah kematian : Ilmu yang bermanfaat, Shadaqah yang terus mengalir (seperti masjid, atau penerang masjid dll), dan Anak Shalih yang mendo'akannya..!". (Hadits Hasan Riwayat Imam Tirmidzy) report abuse
vote down
vote up
Votes: +3
written by Nanang, August 26, 2009
Assalamu Alaikum, Wr, wb.
saudara2ku sesungguhnya tulisan itu berusaha mendudukkan permasalahan, asal - muasal. semoga bisa dipahami, yang menjadi polemik buat kita semua kadang2 memahami perkataan bahwa kalo memang didalamnya ada kebaikan kenapa hal tersebut tidaklah dilakukan oleh para sahabat yang tingkat keimanan dan tingkat keilmuannya lebih tinggi dari kita semua, mereka adalah kaum yang terbaik setelahku kata nabi SAW. ada satu kata2 yang menyentil jiwa saya "memang kadang2 lebih mudah menyadarkan ahlul maksiat daripada ahlul bid'ah, karena ahlul bid'ah berfikir yang apa2 dilakukan adalah kebaikan." saudara2ku islam adalah agama yang selalu menggunakan dalil, yang ada dalilnya laksanakan, yang tidak ada tinggalkan..... Wallahu A'lam report abuse
vote down
vote up
Votes: +0
written by Siswa, July 21, 2009
Sebagai muslim yang awam, setidaknya masalah seperti ini membuat saya bertambah bingung..... namun tatkala dalam peringatan Maulid Nabi saya datang, dengan niat yang baik, semoga Alloh mengampuniku jika ini merupakan suatu kesalahan, Hanya pada Alloh aku serahkan semua ini....
report abuse
vote down
vote up
Votes: -2
written by ARi'ev, July 08, 2009
Assalamualaikum Saudara2 ku sesama Muslim, Qita memang mudah disulut api AMARAH, karena hati tlah tertutup dengan selimut SOMBONG, PALING BENAR, dan JIWA-JIWA MUNAFIK. yang 1 oknum Hizbut Tahrir Meng-Klaim dirinya Paling Benar dan dengan Mudahnya MengKAFIRKAN yang lain... Astghfirullah. Apa betul anda pengikut HTI yang benar (MUSLIM yang TO'AT)? ini merupakan bentuk kedangkalan ilmu yang anda tamapakkan... Ingat UMAT ISLAM ini memang ditunggu kehancurannya oleh orang2 kafir. beginikah bentuk kecintaan kita terhadap Rasulullah, Seandainya Rasululllah ada NISCAYA BELIAU AKAN MURKA. ingat Syahadat qt sama...! Maulid menurut saya hanyalah bentuk ritual masyarakat (al-'adah) indonesia yang bukan bentuk peyalahgunaan ibadah yang qat'i. meski saya kurang sepakat dengan pelaksaan maulid yang melantunkan barzanji... perayaan maulid lebih bermakna ketika dirayakan lewat sebuah ceramah maupun pemutaran kisah2 perjuangan Nabi Muhammad SAW.d lembaga pendidikan khususnya. HARAM KAH ini? dan sya rasa yang lebih menggugah semangat keIslaman kita, 1 lagi imbauan saya selama Syahadat QT sama dan KITAB SUCI KITA AL-Qur'an dan pedoman Hidup qt As-Sunnah, JANGAN LANTUNKAN KALIMAT KAFIR. Ikhtilafu Ummi Rahmatin...... Wallahu A'lam. Wassalamualaikum.
report abuse
vote down
vote up
Votes: +5
written by JAELANI, June 18, 2009
janganlah berkata sesuatu dgn gampang/lngsng vonis kafir... kalaulah kita ingin mengetahui suatu MASALAH/HIKAYAT mk kt hrs mempelajari dr berbagai banyak REFERENSI/QAOL... Bani FATIMIAH itu orang2 hebat,penyebar islam di AFRIKA smpai andalusia../SPAIN.. Dan acara2 muludan jmn skrng ini.. adalah hasil dr seorang MUJAHID ISLAM...yg menyatukan ummat rasul untuk bersatu dgn semangat HARI KELAHIRAN NABI...Menyerang musuh2 islam/kuffar dalam PERANG SALIB.. dia adalah SOLAHUDDIN AL AYYUBI
report abuse
vote down
vote up
Votes: +5
written by jundi akram, June 17, 2009
saya rasa memang acara seperti itu adalah bid'ah sesat,,dan mereka menganggap hasanah di dalam kesesatannya..sekiranya itu hasanah, maka saya mengatakan terlalu naif bagi diri saya kalau hanya bisa taklid buta terhadap perkataan habib secara figuritas..dan saya pernah melihat, dalam bid'ahnya mereka kita bisa melakukan tawassul terhadap orang meninggal,,nauzubillah mindzalik.
report abuse
vote down
vote up
Votes: -1
Maulid adalah bid'ah, Lowly rated comment [Show]
Write comment
You can add your comment here
|
| Last Updated on Saturday, 07 March 2009 15:19 |
Artikel Terfavorit
| Kehidupan Rasulullah Sebelum Diutus |
| Taubatnya Malik bin Dinar -Rohimahullah- |
| Perjalanan |
Kisah Favorit
| Kejujuran Mubarok |
| KISAH HIDHIR AS DAN NABI MUSA AS |
| Terpikat Suara Azan, Tatiana Pilih Islam |
Siroh Favorit
| Kehidupan Rasulullah Sebelum Diutus |
| 'Aisyah Binti Abu Bakar -Rodhiallahu 'anha- |
| Mengenal Imam al-Bukhari |
Jika kita menyusuri dalam kitab tarikh (sejarah), perayaan Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak kita temukan pada masa sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in, dan juga empat imam madzhab, padahal mereka adalah orang-orang yang paling mencintai dan mengagungkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.




1. Maulid nabi vs tidak ada perayaan
2. Doa jahar/keras bersama usai sholat vs doa masing-masing
3. Subuh dg qunut vs tanpa qunut
4. Pakai sayyidina Muhammad vs tidak dlm solawat solat
5. Pengajian yasinan malam jum'at vs tidak
6. Tarwih 2,2 vs 4,4, atau tarwih 8 vs 20
7. Dan perbedaan-2 kecil yang masih seabreg-2
Janganlah mudah menganggap yang lain bid'ah atau salah. Ayo kita terus belajar dan arif bijaksana dalam beramaliah meskipun itu dalam ibadah mah dhoh sekalipun. Para pimpinan madzab empat di dunia saja tidak saling menyalahkan, bukan?
Kita harus menghargai pendapat/karya/inovasi dakwah saudara kita yang lain. JANGAN SEKALI-KALI BERANTAM SESAMA MUSLIM.